1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

RENUNGAN: Tuhan adalah Gembalaku

PDF Print E-mail

Saturday, 17 November 2012 23:05

Tuhan adalah Gembalaku (versi revisi)

Tidak terasa bahwa kita sudah hampir tiba di penghujung tahun. Kalau kita merenungkan sedikit perjalanan hidup kita, barangkali kita harus berkata; wow…tidak disangka bahwa kita bisa melewati hari demi  hari… yang artinya juga wow.. Tuhan itu sangat baik. Merujuk ke Mazmur 23,  Daud juga memiliki pengalaman bahwa Tuhan itu sangat baik dan dia berkata, “Tuhan adalah Gembalaku”.  Dari pengalamannya sebagai gembala Daud menggambarkan bahwa Tuhan kita itu adalah sebagai Gembala yang sangat baik yang mengerti kebutuhan domba-dombanya, memelihara dan mencukupkan serta  menjagai domba-domba itu dari seluruh bentuk ancaman sehingga mereka  merasa nyaman dan tenang.

Seringkali Mazmur 23 ini menjadi Firman Tuhan yang menjadi kegemaran banyak orang Kristen namun signifikansinya tidak begitu mengena di hati karena kita kurang memahami pada waktu itu kehidupan sederhana penduduk Palestina yang jauh dari kesan kerumitan hidup berabad-abad yang lalu,  sehingga kita gagal memahami maksud dari pengajarannya.

Domba sebenarnya tidak bisa menjaga diri mereka sendiri. Dalam beberapa hal Domba dan manusia memiliki keserupaan, seperti: naluri untuk bersosialisasi/ berkumpul, memiliki rasa takut dan sifat malu, juga kedegilan hatinya. Dengan keadaan kita yg demikian,  Daud mencoba menggambarkan bahwa Tuhan kita itu sebagai gembala yang baik menerima kita apa adanya, menjagai kita dan menjadikan kita miliknya sendiri. Tuhan adalah gembala yang baik yang dapat memastikan kalau kita akan mendapat  semua kebaikan dari hasil penjagaannya.

Yesaya 53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kitasekalian.Dalam budaya penggembalaan Timur Tengah, cara pengembalaan domba berbeda, si gembala akan berjalan di depan dan domba-domba gembalaannya akan mengikutinya. Yohanes 10:4 “Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.” Ketika di perjalanan si gembala harus hati-hati dikarenakan ada jalan yang menuju tebing yang curam dan ada jalan juga yang menuju ke tempat-tempat di mana domba-domba itu tidak  ketemu jalan balik lagi. Seorang gembala harus berjalan di depan, menuntun dombanya di “jalan yang benar”.

Amsal 14:12 “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. “ Lagi, domba itu harus dituntun dari satu tempat ketempat yang lain untuk mencari makanan yaitu rumput yang hijau karna domba itu memiliki sifat jika dibiarkan maka mereka akan mengikuti jalan yang itu-itu saja sehingga makanan di tempat itu menjadi habis, jalanan mereka menjadi rusak, daerahnya tercemar, terpetakan oleh binatang buas sehingga sangat mungkin domba-domba itu menjadi santapan empuk para binatang lain, bahkan dihinggapi parasit. Domba itu harus dibawa bergerak dari satu tempat ketempat yang lain. Kita mendapat pelajaran bahwa manusia itu mempunyai kecenderungan untuk menentukan, memilih jalannya sendiri-sendiri dan mengikuti jalan itu padahal itu adalah jalan yang sesat,  jalan yang rusak dan ujung-ujungnya tanah yang tandus jauh dari rumput yang hijau. Untuk itu perlu gembala yang baik serta berpengalaman yang membawa kita ketempat jalan yang benar disana gembala itu penuh dengan kehati-hatian menuntun gembalaannya supaya tidak tersandung dan tidak menuju jalan yang salah tetapi sebaliknya disediakan seluruh kecukupan serta diberikan perlindungan yang sempurna– itulah Gembala Agung kita Yesus Kristus.

 

GSJA Contact

Jl. Batu Tulis No. 43 - Jakarta Pusat 10120. Telp : 021 - 3844228 - 3864301 - 3802291 - 3802295. Fax. 021 - 3851524 www.gsjabatutulis.com | email : info@gsjabatutulis.com

Jadwal Kebaktian

Jadwal Ibadah GSJA BATU TULIS Jakarta

Recommended Browser

This Site best viewed by using Firefox, Chrome & IE9. Klik to download