1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Cara Mendengar Kotbah

PDF Print E-mail

Sunday, 21 August 2011 16:21

    Kita semua sebagai anak Tuhan berkewajiban mendengar Firman Tuhan dengan cara yang benar. Supaya firman Tuhan itu bertumbuh serta berbuah dalam kehidupan kita. Sangat disayangkan apabila kita tidak menerima berkat dari firman Tuhan yang diuraikan melalui kotbah-kotbah yang kita dengar di gereja setiap minggunya.

    Jadi bagaimana cara mendengar kotbah yang disampaikan. Pertama, kita harus ada PERSIAPAN,

Pertanyaan selanjutnya, persiapan apa? Dalam Yakobus 1:19-27, LAI memberikan judul perikopnya: "Pendengar atau pelaku firman" ayat 19b berkata, "Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah."

Jadi jawaban atas pertanyaan tadi adalah:

kita perlu mempersiapkan diri supaya telinga kita tetap terbuka= setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, berikutnya, kita harus betul-betul mempersiapkan diri dari rumah sebelum berangkat ke gereja yaitu supaya lidah kita ini menjadi lidah yang terkendali = tetapi lambat untuk berkata-kata.Selain telinga dan lidah, roh kita juga harus dipersiapkan dengan baik, oleh sebab itulah sebelum ke gereja ambil waktu untuk berdoa supaya roh kita tenang dan teduh untuk menerima firman= dan juga lambat untukmarah. Persiapan apa lagi yang harus kita lakukan untuk mendengar kotbah? Ayat selanjutnya (21) berkata, buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu, artinya untuk menerima firman Tuhan yang kudus itu perlu wadah yang sepadan yaitu hati yang bersih.

  Kedua, selain persiapan untuk mendengar  kotbah yang disampaikan kita harus MENERIMA firman itu. Kita harus mengambil keputusan untuk menerima firman. Firman Tuhan itu utuh dan satu kesatuan. Kita tidak boleh berkata ketika firman itu berbicara lembut, berbicara mengenai berkat-- ini untuk aku. Sebaliknya ketika firman itu menegur dengan keras dan menghunjam seperti pedang, kita berkata-- ini untuk dia. Terimalah firman Tuhan dengan sikap rendah hati dan dengan roh yang dapat diajarkan.

  Ketiga, MENERAPKAN dalam hidup sehari-hari. Ayat 22 berkata, "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja." Kita harus membuat suatu respon terhadap suatu kebenaran firman yang kita dengar. Alangkah baiknya jika kita mencatat dari setiap kotbah yang kita dengar di gereja. Saya tidak anti IPTEK, tapi saya lebih setuju kalau jemaat ketika datang beribadah tetap bawa Alkitab dan alat tulis, tidak melulu BB atau hape atau Ipad yang ada Alkitabnya.

  Selanjutnya (ayat 23) firman diumpamakan seperti cermin. Seseorang tidak akan meninggalkan cermin kalau dia masih mendapati hal-hal yang janggal dalam dirinya. Jangan tinggalkan firman Tuhan tetapi dengarlah baik-baik dan terapkanlah sampai engkau berhasil dan tidak mendapati lagi perilaku yang janggal dalam hidupmu.

 

GSJA Contact

Jl. Batu Tulis No. 43 - Jakarta Pusat 10120. Telp : 021 - 3844228 - 3864301 - 3802291 - 3802295. Fax. 021 - 3851524 www.gsjabatutulis.com | email : info@gsjabatutulis.com

Jadwal Kebaktian

Jadwal Ibadah GSJA BATU TULIS Jakarta

Recommended Browser

This Site best viewed by using Firefox, Chrome & IE9. Klik to download